Sabtu, 30 Maret 2013

Ketika Rupiah Kita Jadi Peluru Mereka

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bendera kedua negara yang hingga sekarang masih berperang.

Sahabat pembaca, mungkin kalian sudah tidak asing dengan kedua bendera negara diatas.

Yap, Israel dan Palestina.


Israel seperti yang dikenal merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia dengan penduduk sekitar 7,28 jiwa. Sedangkan Palestina adalah negara Muslim yang luas wilayahnya cukup besar yang kemudian dikuasai oleh Yahudi.

Artinya: "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar" 


"Tak akan ada asap bila tak ada api" kata-kata inilah yang melambangkan konflik di antara Israel dan Palestina. Konflik diantara Israel dan Palestina ini sebetulnya sudah terjadi sejak tahun 1917 ditandai dengan Deklarasi Baflour yang dibuat pada tanggal 2 November 1917. Berisi tentang Pemerintah Inggris yang berjanji untuk membuatkan "tanah air" bagi para Yahudi di Palestina.

Peta pengambil alihan tanah Palestina oleh Israel

Sebenarnya kenapa ya Pemerintah Kerajaan Inggris sangat mendukung berdirinya negara Israel?

Awalnya Inggris sangat berhutang budi dengan Dr.Waizman seorang pakar Yahudi karena pada waktu negara Inggris di bombardir oleh Jerman, Raja Inggris meminta tolong kepada Waizman untuk dibuatkan bubuk mesiu TNT (peledak) secara besar-besaran. Kemudian PM Inggris David George memberi Waizman sejumlah uang dan berjanji akan memenuhi apapun permintaan pakar Yahudi tersebut. Tentunya, Waizman tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia meminta dibuatkan negara di Palestina untuk tempat tinggal saudara-saudaranya (Yahudi).

Ada pandangan ekstrim di kalangan Yahudi terhadap para pemeluk agama, khususnya Nasrani dan Islam. Anggapan mereka, umat dan bangsa lain itu sebagai Goyem (Non Yahudi), yang tidak punya hak hidup. Sementara mereka mengklaim bahwa bangsa Yahudi sebagai umat pilihan Tuhan, yang harus menguasai umat dan bangsa lain. Pemikiran Israel yang seperti itulah yang membuat mereka melakukan aksi kejam, bahkan tidak manusiawi untuk membunuh rakyat muslim di Palestina.

Tidakkah kalian sedih melihat foto-foto saudara-saudara kita di Palestina seperti ini:






Sungguh miris melihatnya. Menyadari bahwa di sana masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang dalam perang. 

Memang sih, umat Muslim Indonesia tidak di perangi oleh Israel, Amerika dan Negara Barat lainnya dengan jalan kekerasan. Tapi.. umat Muslim di perangi oleh mereka lewat jalan Ekonomi, Pendidikan, Politik, Sosial Budaya, dsb. Umat Islam Indonesia di perangi dengan iringan musik, lagu, tarian, makanan, iklan, busana, tayangan tv, film dsb yang menjauhkan kita dari cahaya Illahi. Naudzubillahi min dzalik..
"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Q.S. Al-Baqarah: 190)

Sebab itu umat Islam Indonesia juga wajib memerangi musuh-musuh Allah itu dengan cara yang sepadan. Banyak media massa di Indonesia baik cetak maupun elektronik dan perusahaan-perusahaan yang dimiliki pengusaha yang beragama Islam tapi menjadi "humas" media massa Barat. Karena itu, salah satu cara untuk mengalahkan mereka adalah dengan tidak membeli barang-barang dagangan mereka. Inilah apa yang disebut aksi Boikot. 
Aksi Boikot tidak memerlukan apa-apa selain kesadaran, pemahaman dan kekuatan Iman.
Kalo dipikir-pikir sih.. Disadari atau tidak, kehidupan remaja saat ini sangat akrab dengan ragam produk Barat. Dalam keseharian kita, kita seolah sudah tak bisa lepas dari produk-produk Barat. Aksi boikot ini akan terasa sangat sulit, mengingat betapa kita yang selama ini terbiasa mengkonsumsi produk Amerika (bisa jadi juga produk Israel tanpa kita sadari) ternyata kita telah menjadi donatur Zionis-Israel dan Amerika Serikat untuk membunuhi saudara-saudara seiman di bumi Palestina.

"Sudah jelas, tiap produk yang mereka bikin selalu menghasilkan keuntungan yang sebagian besarnya dibelikan peluru untuk dipakai membunuhi muslim Palestina" Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah
Lalu, produk atau perusahaan apa aja sih yang perlu diboikot?
Biasanya merk ini ada peralatan bayi, sejak bayi kita sudah menggunakan produk Yahudi? Astaghfirullah :(
Termasuk salah satu retail fast food terbesar dunia, juga ikut menyumbangkan hasil penjualannya untuk membantu Israel.
Diatas adalah beberapa produk produk milik Unilever yang paling mendominasi keperluan rumah tangga seperti detergen, pasta gigi, shampo, sabun mandi dll
Favorit remaja saat ini, termasuk produk Israel jugakah? tentunya :')

Dan masih banyak lagi produk-produk milik Israel-Amerika-dan sekutunya yang harus kita kurangi penggunaannya, banyaknya produk Yahudi yang sudah sangat melekat dalam kehidupan umat Muslim Indonesia juga membuktikan betapa konsumtifnya orang-orang saat ini.

Jangan salah sahabat.. Masih ada lho produk-produk bermerk lain yang bukan merupakan produk Yahudi, dan kualitasnya pun gak beda jauh. Atau kalau mau lebih amannya pakai saja produk-produk milik Indonesia. Nah, mulai sekarang, dimulai diri kalian sendiri.. Ubah gaya hidup untuk memberhentikan kebiasaan mengonsumsi produk Yahudi. 

Selain itu, tak lain dan tak bukan, kita juga jangan lupa untuk mengirimkan doa kepada saudara kita di Palestina yang sedang ditimpa berbagai cobaan dalam kehidupannya dan juga cobaan dalam  usahanya untuk membela agama Islam :')

Tuh! Daripada mengumpat di sosial media dengan kata-kata yang tak pantas, lebih baik kita berdoa kepada Allah.
Akhir kata, semoga entri kali ini bermanfaat. Karena sesungguhnya salah satu ciri orang Muslim adalah saling memberi manfaat satu sama lain. :) 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar